Cerita Anekdot Lucu Menyindir DPR

Anggota DPR yang merupakan wakil rakyat tidak jarang membuat kesal rakyat Indonesia. Banyaknya anggota DPR yang terlibat korupsi sungguh menyayat hati masyarakat Indonesia. Tak heran apabila banyak kritikan yang dilayangkan untuk para anggota DPR.

Adapun kritikan untuk anggota DPR bisa disampaikan dalam bentuk anekdot. Berikut ini kumpulan cerita anekdot menyindir DPR.

Kesejahteraan DPR
Suatu hari dua pemuda bernama Dedi dan Feri terlibat percakapan tentang DPR.

Dedi: Enak ya jadi DPR itu?
Feri: Kalau dipikir-pikir sih sebenarnya berat.
Dedi: Berat gimana? Gaji banyak, kerja sedikit, kalo sidang sambil tidur juga tidak apa-apa.
Feri: Sebetulnya berat, kalo jadi DPR kan berarti jadi wakil rakyat. Jadi anggota DPR berarti harus melakukan usaha demi kesejahteraan rakyat.
Dedi: Tapi kok banyak yang mendahulukan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan rakyat.
Feri: Begini, misalnya saya menasihati kamu agar kamu rajin belajar, tapi saya sendiri masih malas belajar. Apa tanggapanmu?
Dedi: Kamu sendiri aja masih malas belajar, malah menyuruh saya rajin belajar.
Feri: Begitu juga dengan anggota DPR. Kalau diri sendiri belum sejahtera, buat apa menyejahterakan rakyat?

Tawuran
Suatu hari Rio bercerita kepada Adi tentang acara televisi yang telah ditontonnya.

Rio: Kamu kemarin nonton tawuran di TV nggak?
Adi: Jam berapa? Aku nggak nonton.
Rio: Kemarin pas siang. Seru banget, orang-orang pada tawuran disiarkan secara langsung.
Adi: Memang apa masalahnya, kok bisa tawuran gitu?
Rio: Nggak tau, aku pas nonton sudah pada tawuran. Yang tawuran pada pake jas dan berdasi. Tawurannya di dalem gedung.
Adi: Oh, kalau itu sih sidang DPR. Aku kemarin juga nonton, tapi nggak sampai yang berantem gitu.

Mengikuti Kuis
Suatu hari Doni dan Roni mengikuti sebuah kuis berhadiah. Doni menjadi pengarah sedangkan Trio menjadi penjawab. Apapun yang dikatakan Trio, Doni hanya boleh menjawab ya, tidak, atau bisa jadi.

Doni: Nama tempat?
Trio: Tidak!
Doni: Orang?
Trio: Ya, ya, ya!
Doni: Profesi?
Trio: Ya!
Doni: Pejabat?
Trio: Ya, ya!
Doni: Di kantor suka tidur?
Trio: Ya!
Doni: Banyak yang korupsi?
Trio: Bisa jadi, bisa jadi!
Doni: Anggota DPR?
Trio: Ya…!

Akhirnya Doni menjawab betul.

Mewakili Rakyat
Dion dan Udin sedang berbincang-bincang tentang DPR. Udin beranggapan bahwa menjadi anggota DPR itu enak. Namun, Dion miris dengan anggota DPR.

Dion: Jadi DPR kayaknya enak ya?
Udin: Ya iyalah, gaji gede, tunjangan juga gede.
Dion: Tapi saya miris. Rakyat masih banyak yang susah, wakil rakyat banyak yang hidup mewah.
Udin: Namanya juga kan wakil rakyat. Rakyat pengen punya mobil, udah diwakili sama DPR. Rakyat pengen punya rumah mewah, udah diwakili DPR. Rakyat mau hidup sejahtera, DPR udah pada sejahtera. Sudah mewakili rakyat kan?
Dion: Ada betulnya juga yang kamu bilang tadi.

Sidang DPR
Nino merasa geram dengan para anggota DPR yang tidur saat sidang. Namun, Toni menjelaskan alasan mengapa mereka tidur saat sidang.

Nino: Parah bener para anggota DPR, udah digaji pakai uang rakyat, eh waktu sidang pada tidur.
Toni: Mungkin ada alasannya kali mengapa mereka tidur.
Nino: Alasan apa? Masa rakyat harus menggaji wakil rakyat yang kerjanya seperti itu?
Toni: Begini, kalau kamu materi dari guru, tapi materinya kurang menarik, kamu juga ngantuk kan?
Nino: Iya sih.
Toni: Begitu juga dengan DPR. Coba topik sidang yang dibahas itu bukan membahas tentang rakyat. Coba bahas topik yang sekiranya menarik bagi DPR.
Nino: Misalnya?
Toni: Coba topik sidangnya tentang proyek, gaji, posisi jabatan, pokoknya yang ada hubungannya dengan duit.
Nino: Hahaha.

DPR itu…
Dodi bertanya kepada Alam kalau menjadi DPR adalah pekerjaan yang enak. Alam kemudian bertanya balik kepada Alam tentang DPR.

Dodi: Kerja jadi DPR enak ya?
Alam: Namanya saja DPR, kamu tau apa itu DPR?
Dodi: Yang jadi wakil rakyat itu kan?
Alam: DPR itu Datang Paraf Rupiah.

Percakapan-percakapan di atas tidak menggunakan bahasa baku. Hal itu memang sengaja agar percakapan tak terkesan kaku.

Cerita anekdot di atas tidak mewakili semua anggota DPR di Indonesia. Mungkin saja masih ada yang bekerja dengan baik untuk kepentingan rakyat. Cerita di atas hanyalah cerita fiksi. Jika ada pembaca yang keberatan karena namanya tercantum di atas, silakan isi komentar.

Advertisement
loading...
Cerita Anekdot Lucu Menyindir DPR | Admin | 4.5
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.