Contoh Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur

Dongeng merupakan kisah fiksi yang biasanya terdapat kejadian tidak masuk akal. Dalam suatu dongeng, biasanya ada nasihat yang bisa diambil. Oleh sebab itu, dongeng seringkali diceritakan kepada anak-anak. Selain, kisah yang menarik, ada makna yang terkandung dalam dongeng.

Adapun salah satu waktu yang digunakan untuk menceritakan dongeng adalah sebelum anak-anak tidur. Dari situ muncul kata-kata “dongeng sebelum tidur”. Dengan pengantar cerita yang menyenangkan, anak diharapkan bisa tidur.

Berikut ini beberapa contoh cerita dongeng anak sebelum tidur.

Petani dan Telur Emas

Pada zaman dahulu hiduplah seorang petani yang tinggal di rumah kecil di tepi hutan. Suatu hari saat petani bekerja di sawah, ia pergi ke sungai untuk membersihkan cangkulnya. Ketika sampai di sungai, ia melihat angsa yang cantik. Petani itu akhirnya membawa angsa tersebut ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, petani itu langsung memberi makan angsa tadi. Ia juga membuatkan kandang untuk angsanya.

Sebulan kemudian, angsa itu bertelur. Betapa kagetnya ketika petani mengetahui kalau telur angsa tadi adalah emas.

loading...

“Angsaku bertelur emas. Hore…. Akhirnya aku bisa jadi orang kaya,” teriak si petani dengan senangnya.

Emas itu ia bawa ke kota untuk ia jual. Tak berapa lama akhirnya petani itu menjadi orang yang sangat kaya karena telur emas tadi. Saking kayanya, ia terlena dengan kekayaannya. Ia hamburkan hartanya untuk bembeli barang-barang yang tidak ia perlukan. Hingga suatu ketika ia tidak menyadari kalau hartanya tinggal sedikit, timbul pikiran untuk menyembelih angsanya.

“Kalau angsa ini cuma bertelur sehari sekali, pasti akan lama untuk mengumpulkan kekayaanku lagi. Aku sembelih saja angsa ini agar aku bisa mengeluarkan semua telurnya,” kata petani itu.

Setelah ia menyembelih angsanya, ia tidak menemukan satu pun telur emas di dalam tubuh angsa itu. Akhirnya petani itu menyesal telah menyembelih angsanya dan ia jatuh miskin.

Pesan dari cerita ini adalah jangan rakus dengan harta.

Dongeng Si Kancil dan Si Siput: Lomba Lari

Pada zaman dahulu di suatu hutan ada seekor kancil yang sombong. Ia menganggap dirinya sebagai hewan paling pintar dan cerdik di hutan itu.

“Hai dengarlah wahai para penghuni hutan. Aku adalah hewan paling pintar dan cerdik di hutan ini. Tidak ada hewan yang lebih pintar dan cerdik dariku,” kata kancil dengan angkuhnya.

Tiba-tiba ada seekor siput yang mendekati kancil.

“Hai kancil, aku dengan kamu berteriak-teriak sampai teriaknmu membuat aku terbangun,” kata siput kepada kancil.

“Eh ternyata ada siput. Aku tadi sedang memberitahukan kalau aku ini hewan paling pintar dan cerdik di sini,” kata kancil.

“Sombong sekali kamu,” kata siput.

“Memang benar adanya. Tidak ada yang bisa mengalahkan kepintaran dan kecerdikanku, bahkan kalau aku beri tantangan,” jelas kancil.

“Sekarang coba kamu tantang kamu,” kata siput.

“Tubuhmu saja kecil. Bagaimana bisa mengalahkanmu?” kata kancil dengan angkuh.

“Aku memang kecil, tapi aku bersedia menerima tantanganmu,” kata siput.

“Bagaimana kalau kita lomba lari? Masih bersedia menerima tantanganku?” tanya kancil.

“Baiklah, aku terima tantanganmu. Besok pagi aku akan menemuimu,” jawab siput.

Kancil yakin bahwa ia akan memenangkan lomba lari dengan siput. Sementara itu, siput sadar kalau ia akan kalah kalau lomba lari dengan kancil. Siput tak kehabisan akal dan merancang rencana untuk menghadapi tantangan kancil esok hari. Siput meminta bantuan kepada teman-temannya agar dirinya menang lomba lari melawan kancil. Siput menyuruh teman-temannya untuk berseumbunyi di sepanjang lintasan yang akan digunakan untuk lomba lari esok hari. Ia juga menyuruh agar teman-temannya mucul di depan kancil saat kancil berteriak.

Hari menjelang malam, para siput berjalan dan menempati tempat yang telah ditentukan. Sementara itu, kancil bersiap untuk mencari tempat tidur.

Pagi pun tiba, alunan kicauan burung yang merdu membangunkan si kancil. Ia teringat dengan lomba lari yang direncanakan kemarin dan segera menemui siput.

“Hai siput, apakah kamu sudah siap?” tanya kancil.

“Ya, aku sudah siap,” jawab kancil.

Satu… dua… tiga…, lomba pun dimulai. Kancil berlari sangat cepat meninggalkan siput.

“Kamu sudah sampai mana siput?” tanya kancil.

“Aku di depanmu sekarang,” jawab siput.

Kancil pun heran. Tanpa pikir panjang, ia langsung menambah kecepatnya. Berkali-kali ia bertanya siput sudah sampai di mana, kancil menjumpai siput ada di depannya. Sampai suatu ketika kancil tidak mendengar suara siput dan berpikir kalau ia sudah jauh dari siput.

Setelah berlari cukup jauh, kancil kelelahan. Pada saat itu, garis finish sudah dekat dengan si kancil. Ia sudah yakin kalau ia yang akan memenangkan pertandingan itu.

Betapa kagetnya si kancil ketika melihat siput yang sudah ada di garis finish.

“Akhirnya kamu sampai juga, aku sudah lama menunggumu di sini,” kata kancil.

Akhirnya si kancil mengakui kekalahan dan kesalahannya. Ia meminta maaf kepada siput karena telah meremehkan kecerdikannya. Ia juga berjanji untuk tidak sombong lagi.

Itulah beberapa contoh dongeng anak sebelum tidur.

loading...
Contoh Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur | Admin | 4.5