Contoh Cerpen (Cerita Pendek) Tema Pendidikan

Ada kategori baru di www.belajarbahasaindonesia.com, yaitu cerpen. Pada tulisan pertama untuk kategori cerpen ini Admin publikasikan sebuah cerpen bertema pendidikan. Cerpen (cerita pendek) berikut ini bercerita tentang pengalaman Salman sebagai guru pada tahun pertama. Cerpen ini cuma fiksi, namun terinspirasi dari hal-hal yang ada pada sistem pendidikan Indonesia. Inti dari cerita ini adalah dilema seorang guru saat diperintah untuk melakukan hal yang tidak benar demi nama baik sekolah. Akankah Salman mengikuti pihak sekolah atau tetap dengan pendiriannya? Silakan baca cerpen berikut ini!

Guru itu Bernama Salman

Waktu menunjukkan pukul 06.30 WIB. Salman bersiap-siap menuju ke sekolah dengan sepeda motor yang telah ia beli tiga tahun lalu. Jarak yang jauh dari rumah ke sekolah dan alasan biaya membuatnya memilih untuk naik sepeda motor ke sekolah. Ditambah lagi pekerjaannya sebagai seorang guru menuntutnya agar ia memberi contoh yang baik tentang kedisiplinan.

Cukup 20 menit waktu yang dibutuhkan Salman untuk sampai di SMA tempat ia mengajar. Ini adalah tahun pertama ia mengajar. Ia tergolong beruntung, begitu lulus kuliah ia langsung ditawari sebagai pengajar di salah satu SMA di kotanya.

Hari pertama mengajar tak ada perasaan grogi pada dirinya. Maklum saja, pengalaman Salman saat magang menumbuhkan rasa percaya dirinya ketika mengajar. Sosok guru muda yang humoris dengan wajah tampan menjadi nilai tambah bagi dirinya.

Sampai suatu ketika Salman menghadapi dilema. Kala itu jelang penerimaan rapor, setiap guru harus menyetorkan nilai para siswa kepada para wali kelas untuk penyusunan nilai rapor. Salman dituntut harus memberikan nilai yang tinggi untuk para siswa yang diajarnya, berapapun nilainya. Ia keberatan dengan itu. Bagaimana tidak, nilai ulangan 50 harus ia naikkan minimal menjadi 80. Ia mengetahui guru lainnya melakukan hal seperti itu. Ia tak bisa membayangkan bagaimana bisa nilai 50 dibulatkan menjadi 80, bahkan 90.

Salman mencoba dengan pendiriannya kalau ia hanya akan memberi nilai sesuai dengan kemampuan siswa. Ia tak mau profesinya sebagai guru harus dinodari dengan hal seperti ini. Nilai apa adanya yang ia serahkan. Namun, ia malah mendapat teguran dari Kepala Sekolah.

“Pak Salman. Bapak tahu kan kalau ujian nasional nanti nilai rapor sangat berpengaruh untuk kelulusan?”, tanya Kepala Sekolah.

“Tahu Pak,” jawab Salman.

“Untuk itu saya meminta agar para guru jangan pelit kasih nilai, termasuk Bapak. Ini demi nama baik sekolah kita,” ujar Kepala Sekolah.

“Tapi Pak, saya cuma memberi nilai apa adanya sesuai kemampuan siswa,” balas Salman.

“Begini Pak Salman. Bapak tidak mau kan murid-murid di sini banyak yang tidak lulus? Apalagi mereka sudah bayar mahal-mahal untuk sekolah di sini,” kata Kepala Sekolah.

“Tentu saya ingin agar semua murid di sini lulus. Tapi, saya ingin mereka tidak sekadar lulus, melainkan juga paham dengan materi-materi yang diajarkan di sekolah,” balas Salman.

“Cukup. Kamu boleh kembali ke ruang guru,” ujar Kepala Sekolah.

Salman merasa lega mengatakan hal itu di depan sekolah. Namun, betapa terkejutnya Salman ketika melihat rapor siswa. Para siswa yang diajar matematika olehnya mendapatkan nilai rapor 85, 87, bahkan 90 untuk mata pelajaran matematika. Ia yakin kalau ada orang yang sudah memanipulasi nilai rapor siswa.

Setelah libur panjang, saatnya Salman mengajar lagi. Ia juga dipercaya untuk mengajar dalam kegiatan pengayaan kelas 12 untuk persiapan menghadapi ujian nasional. Ia menjadi guru favorit banyak siswa dan dianggap cara mengajarnya mudah dipahami oleh banyak siswa. Maka dari itu, tak salah apabila pihak sekolah menunjuknya untuk mengajar saat pengayaan.

Tiga bulan kemudian, Salman kembali mengajar seperti biasanya karena pengayaan hanya berlangsung selama tiga bulan. Selanjutnya, para siswa kelas 12 disibukkan dengan ujian praktik. Salman harus berpartisipasi dalam menguji siswa dalam ujian praktik mengingat ia juga mengajar TIK.

Hari pelaksanaan ujian nasional pun hampir tiba. Tak hanya siswa, para guru pun sibuk mempersiapkan diri. Betapa terkejutnya Salman ketika dirinya diminta untuk membantu menjawab soal UN. Ia diminta agar menjawab soal UN matematika ketika ujian nasional berlangsung. Ia harus cepat mengerjakannya kemudian mengirimkan jawaban ke para siswa. Tentu ia keberatan. Ia tak mau kejujuran yang selama ini ditanamkan kepada siswa harus dicabut begitu saja.

Sebulan kemudian, tibalah pengumuman hasil ujian nasional. Ternyata banyak siswa yang tidak lulus. Pihak sekolah menganggap Salman adalah penyebabnya. Dengan hasil seperti ini, Salman dibuat tidak betah hingga akhirnya ia keluar dari sekolah itu.

Demikian contoh cerpen tentang pendidikan. Kalau ada masukan untuk Admin, silakan tulis di kolom komentar.

Advertisement
loading...
Contoh Cerpen (Cerita Pendek) Tema Pendidikan | Admin | 4.5
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.