Contoh Cerpen Horor, Cerita Hantu di Sekolah

Salah satu cerita yang banyak disukai orang Indonesia adalah cerita misteri, baik yang merupakan kejadian nyata, maupun yang cuma sekadar fiksi. Hal-hal yang berbau misteri sangat digemari banyak orang Indonesia.

Dalam tulisan berkategori cerpen ini, Admin telah membuat cerpen horor dengan latar di sekolah berjudul “Dia Ingin Menjebak Kami”. Cerpen ini berkisah tentang kejadian misteri tiga murid suatu sekolah ketika sedang mendapat pembinaan untuk persiapan olimpiade matematika.

Baca baik-baik!
Meski menggunakan kata ganti pertama dan ada waktu kejadiannya, cerita di bawah ini bukan kisah nyata, hanya karangan saja. Cerita ini mengandung horor. Jangan baca cerita ini ketika sedang sendirian, apalagi saat malam hari, apalagi saat kalian sedang di kuburan.

Dia Ingin Menjebak Kami

Siang itu seusai pulang sekolah, aku bersama kedua teman disuruh berkumpul untuk mendapat pembinaan guna persiapan menghadapi olimipade matematika nanti. Memang menyebalkan, sudah waktunya pulang, tapi kami masih di sini. Apalagi saat itu cuaca dingin dengan hujan rintik-rintik.

Yang membina waktu itu adalah Pak Mulyono. Kami mendegarkan penjelasannya. Tiba-tiba ia keluar untuk mengambil sesuatu.

Beberapa saat kemudian Pak Mulyono masuk ke kelas kembali. Ia tampak kedinginan. Ia kemudian menyuruhku untuk menutup pintu agar ruangan kelas tidak terlalu dingin.

loading...

Siang itu begitu mencekam. Sampai pada suatu waktu terdengar suara ketukan dari jendela yang membuat aku merinding.

“Pak, ada yang mengetuk-ngetuk jendela,” kataku.
“Tidak ada apa-apa. Aku tidak mendengarnya,” kata Pak Guru.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan lagi di jendela, kali ini lebih keras.

“Tuh kan, Pak. Ada yang mengetuk-ngetuk jendela lagi,” kataku.
“Iya, Bapak dengar. Coba Bapak periksa,” kata Pak Guru.

Akhirnya Pak Mulyono menuju jendela kemudian membuka tirai yang menutupi jendela. Setelah itu, Pak Mulyono kembali ke tempat duduk.

Tak berapa lama kemudian, ada yang seolah-olah mencoba membuka pintu. Tapi, karena pintu sudah dikunci, pintu itu tidak terbuka.

“Pak, sepertinya ada orang yang mau masuk,” kataku.
“Coba kamu buka,” kata Pak Guru.

Dengan ragu-ragu aku mencoba membuka pintu. Hobiku yang gemar membaca cerita horor membuatku berpikiran yang aneh-aneh. Jangan-jangan begitu pintu aku buka, yang muncul malah hantu.

Aku buka kunci pintu lalu buka pintu perlahan-lahan. Betapa kagetnya ketika yang aku lihat adalah Pak Mulyono. Terang saja aku langsung menutup pintu dan lari menuju ke tempat duduk.

“Ada apa?” tanya Pak Mulyono.
“Tadi ada sosok seperti Bapak,” jawab aku.

Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar kelas.

“Anak-anak, keluar dari kelas ini. Itu bukan Bapak. Bapak lagi ada di luar sekarang.”

Mendengar suara teriakan itu aku jadi merinding di dalam kelas ini. Aku jadi tidak berani melihat sosok apa yang sedang duduk di meja guru. Aku bersama kedua teman berlari keluar dari dalam kelas.

“Ayo sini ikut Bapak. Kalian akan aman.”

Sosok yang mirip Pak Mulyono tadi keluar kelas dan berteriak kepada kami.

“Anak-anak, jangan percaya sama dia. Dia jalannya mengambang.”

Aku tidak memedulikan teriakannya. Aku berpikir itu pasti jebakan agar kami kembali ke sana. Setelah berhenti di suatu tempat di sekolah, aku merasa Pak Mulyono lebih tinggi. Ah, mungkin ini karena aku sedang ketakutan, pikiranku jadi kacau. Tapi, hal itu membuatku tersadar.

Bagaimana menurut kalian? Apakah cerita di atas menyeramkan, atau sama sekali tidak menyeramkan? Kalau kalian menemukan kekurangan, sampaikan ya melalui kolom komentar.

loading...
Contoh Cerpen Horor, Cerita Hantu di Sekolah | Admin | 4.5